MG Review: WISH by Barbara O’connor

Harapan menjadi kenyataan

Charlie Reese yang berusia sebelas tahun telah membuat keinginan rahasia yang sama setiap hari sejak Harapan oleh Barbara O'connorkelas empat. Dia bahkan memiliki daftar semua cara yang ada untuk membuat permintaan, seperti memotong ujung runcing dari sepotong kue dan berharap di atasnya saat dia mengambil gigitan terakhir.

Tetapi ketika dia dikirim ke Blue Ridge Mountains di Carolina Utara untuk tinggal bersama keluarga yang hampir tidak dia kenal, sepertinya keinginannya tidak akan pernah terwujud.

Itu sampai dia bertemu Wishbone, seekor anjing liar kurus yang menangkap hatinya, dan Howard, seorang bocah lelaki tetangga yang terbukti mengejutkan dalam banyak hal. Tiba-tiba Charlie berada dalam bahaya besar karena mengetahui bahwa apa yang dia pikir dia inginkan mungkin bukan yang dia butuhkan sama sekali. [Synopsis]

Sangat sempurna

WISH adalah kisah menyentuh tentang seorang gadis dan anjingnya, dan bagaimana dia menemukan tempat di mana dia seharusnya berada. Ada lapisan yang lebih dalam dari cerita ini yang akan beresonansi dengan pembaca yang lebih tua.

Lima hal yang paling saya sukai dari cerita ini:

1 Suara—Ditulis dalam orang pertama, Charlie (kependekan dari Charlemagne) cerdas, gagah, dan sedikit terlalu jujur. Suara itu tepat dalam cara yang menyenangkan anak-anak seusia Charlie memandang dunia. Misalnya, pemikiran Charlie tentang harus tinggal bersama bibi dan pamannya:

Ketika saya bertanya berapa lama saya harus berada di sana, dia berkata sampai semuanya tenang dan Mama menginjakkan kakinya di tanah. Nah, seberapa sulitkah untuk meletakkan kaki dang Anda di tanah? adalah apa yang saya pikirkan tentang itu.

2 Premis—Charlie terpaksa meninggalkan semua orang dan semua yang dia tahu untuk memulai hidup baru dengan kerabat yang belum pernah dia temui, di kota yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya. Ini adalah perjalanan hati untuk mencari milik. Ikatan Charlie dengan anjing liar yang dia beri nama Wishbone membantunya menemukan jalannya.

3 Karakter Sekunder—Charlie’s Backpack-Buddy yang dipaksakan, Howard Odom—dengan jalan naik-turunnya—menjadi teman sejati. Dia adalah kontras yang menenangkan dan optimis dengan temperamen panas Charlie dan pandangan masam tentang kehidupan barunya. Keluarga Howard memberi Charlie konteks yang penuh harapan untuk kehidupan normal, sementara bibi dan paman Charlie menyediakan lingkungan yang mengasuh dan mendukung yang memungkinkannya untuk sembuh dan tumbuh secara emosional.

4 Keinginan—TIDAK ADA SPOILER! Yang akan saya katakan adalah bahwa saya pikir kita semua, pada satu waktu atau yang lain, berharap untuk sesuatu hanya untuk menemukan bahwa apa yang kita Betulkah dibutuhkan tepat di depan kita selama ini.

5 Akhir—Sekali lagi, TIDAK ADA SPOILER! Apa yang bisa saya katakan adalah bahwa endingnya mengharukan dan memuaskan. Kebahagiaan dalam resolusi diperoleh dari transformasi yang dialami karakter melalui peristiwa yang menyatukan mereka.


Author: Jamie Fuller